JAKARTA, 28 Desember 2025 – Peta industri hiburan tanah air kembali bergeliat dengan hadirnya pemain baru yang membawa semangat dari ufuk timur. Bercandanya Indonesia Timur (BIT) resmi diluncurkan pada Minggu, 28 Desember 2025, di Jakarta. Lebih dari sekadar komunitas, BIT mendeklarasikan diri sebagai ekosistem profesional berbadan hukum yang siap menjadi rumah bagi talenta komedi dan musik dari Indonesia Timur.
Acara peluncuran ini bertempat di Elmakko Social Space, dihadiri langsung oleh para pendirinya, yakni Obi mesak Nubatonis selaku Direktur Utama, Chandra (Co-Founder), Ustadz Misbah Mubarak, dan Fahri Purnomo. Kehadiran mereka menandai dimulainya era baru representasi seniman Timur yang lebih inklusif dan tertata di kancah nasional.
Jawaban Atas Kerinduan Publik Nasional
Dalam konferensi persnya, Obimesak Nubatonis mengungkapkan bahwa kelahiran BIT bukan sekadar ambisi bisnis, melainkan respon langsung atas kerinduan masyarakat. Pasca-berakhirnya program televisi Waktunya Indonesia Timur (WIT), Obi mengaku kerap dicecar pertanyaan serupa saat berkeliling Indonesia.
“Setiap kami ke mana-mana, baik kunjungan ke Sumatera atau Kalimantan, pertanyaan masyarakat selalu sama: ‘Kapan ada lagi?’. Publik rindu dengan kelucuan khas Timur,” ujar Obi.
Berangkat dari desakan tersebut, Obi dan rekan-rekannya merumuskan format baru yang lebih mandiri. Tidak lagi terpaku pada slot tayang televisi, BIT bertransformasi menjadi platform multi-channel. Mulai dari konten digital di YouTube, Instagram, dan TikTok, hingga manajemen panggung offline, semuanya dikelola secara terpadu dari markas mereka di Cibubur, Jakarta Timur.
Misi Besar: Mengubah Stigma Lewat Tawa
Salah satu sorotan utama dalam peluncuran ini adalah visi sosial yang diusung BIT. Selama bertahun-tahun, masyarakat Indonesia Timur kerap dilingkupi stereotip watak yang keras dan menyeramkan. BIT hadir untuk membongkar stigma tersebut.
“Tujuan kami ingin menonjolkan bahwa Indonesia Timur itu tidak seram. Ada sisi humanisnya, ada sisi putihnya. Kami ingin menjadi media penyeimbang agar orang tahu watak asli orang Timur yang sebenarnya penuh kekeluargaan,” tegas Obi.
Filosofi ini diperkuat oleh Ustadz Misbah Mubarak. Sosok yang dikenal dengan latar belakang akademisi sekaligus komedian ini memberikan metafora mendalam mengenai peran BIT.
“Bagi saya, BIT ini adalah bahtera. Ini adalah wadah bagi orang-orang yang ingin selamat berkarya, berkreasi, dan berinovasi tanpa memandang latar belakang, demi membangun bangsa mulai dari Timur,” tutur Misbah.
Profesionalisme Berbadan Hukum
Keseriusan BIT dalam menggarap pasar hiburan dibuktikan dengan legalitas perusahaan yang telah berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan hak cipta seniman dan kelancaran kolaborasi bisnis dengan pihak swasta maupun pemerintah.
Chandra, selaku Co-Founder, memaparkan bahwa BIT membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya. Dukungan pun telah mengalir dari figur senior seperti Arie Kriting serta deretan musisi Timur yang siap bergabung dalam proyek-proyek mendatang.
Menatap BIT Fest 2026
Sebagai langkah konkret, BIT telah menyusun peta jalan (roadmap) strategis. Operasional penuh akan dimulai pada Januari 2026, yang akan bermuara pada gelaran akbar.
Agenda terdekat yang paling dinanti adalah BIT Fest, yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026.
“Puncaknya nanti di BIT Fest tahun 2026. Acara ini akan menggabungkan pertunjukan stand-up comedy maraton dari sore hingga malam, segmen hiburan klasik, dan ditutup dengan penampilan musisi-musisi Indonesia Timur yang sedang naik daun,” jelas Chandra.
Dengan persiapan matang dan visi yang kuat, BIT optimis dapat menjadi oase baru yang menyegarkan industri kreatif Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa dari Timur, matahari kreativitas tak pernah berhenti bersinar.



