BPI dan Kementerian Ekraf Perkuat Masa Depan Film Indonesia
Kolaborasi Baru untuk Mendorong Pertumbuhan Industri Perfilman
Jakarta, 15 Juni 2026 – Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kerja sama strategis untuk mendukung pertumbuhan industri film nasional. Langkah ini dilakukan melalui audiensi yang membahas berbagai isu penting dalam pengembangan ekosistem perfilman Indonesia di tengah meningkatnya potensi sektor ekonomi kreatif.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyusun arah pengembangan industri film yang lebih berkelanjutan dan kompetitif. Film dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Fokus pada SDM dan Penguatan Ekosistem Film
Regenerasi Talenta Jadi Prioritas
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengembangan sumber daya manusia di sektor perfilman. BPI menilai pentingnya membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa, pelajar, dan talenta muda untuk terlibat langsung dalam industri film agar proses regenerasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku industri juga dianggap penting untuk menciptakan tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan perfilman modern yang terus berkembang.
Dorong Investasi dan Pertumbuhan Industri
Dalam pembahasan tersebut, sektor film juga ditetapkan sebagai salah satu bidang prioritas dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah menargetkan peningkatan investasi yang diharapkan mampu memperkuat daya saing industri perfilman Indonesia serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
BPI dan Kementerian Ekraf juga menyoroti pentingnya penyediaan data industri yang lebih akurat guna mendukung pengambilan kebijakan yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan pelaku industri.
Pembajakan dan Akses Layar Masih Menjadi Tantangan
Selain pengembangan SDM, isu pembajakan menjadi perhatian utama karena masih menyebabkan kerugian besar bagi industri film nasional. Upaya pemberantasan pembajakan dinilai perlu dilakukan secara kolaboratif melalui edukasi, penguatan regulasi, serta peningkatan pengawasan terhadap distribusi konten ilegal.
Di sisi lain, perluasan akses layar di berbagai daerah juga menjadi agenda penting agar film Indonesia dapat menjangkau lebih banyak penonton. Melalui kerja sama ini, BPI dan Kementerian Ekraf berharap dapat menciptakan ekosistem perfilman yang lebih sehat, inklusif, dan berdaya saing global.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju industri film Indonesia yang semakin kuat, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.



