Jakarta, 29 April 2026 — Menyambut Hari Buruh, Palari Films resmi merilis official trailer, poster, dan original soundtrack (OST) untuk film terbaru mereka, Monster Pabrik Rambut. Film yang disutradarai oleh Edwin ini menjanjikan pengalaman horor yang sangat dekat dengan realita kaum pekerja saat ini, di mana tempat kerja sering kali berubah menjadi “monster” yang memaksa para buruh bekerja melampaui batas kemampuan fisik mereka.
Film ini berpusat pada kisah Putri (Rachel Amanda) dan Ida (Lutesha), kakak-beradik yang bekerja di sebuah pabrik rambut demi mengungkap misteri kematian ibu mereka yang dianggap tidak wajar. Suasana pabrik yang mencekam dan penuh kejanggalan ditampilkan secara apik dalam trailer, menggambarkan bagaimana tekanan produktivitas dapat mengubah manusia menjadi mesin. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.
Simbolisme Pekerja dan Kolaborasi Internasional
Salah satu karakter unik dalam film ini adalah Bona (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu Putri dan Ida, yang memiliki kemampuan regenerasi tubuh layaknya Axolotl. Karakter ini menjadi simbol sentilan bagi industri yang sering kali mengharapkan pekerjanya terus berproduksi seolah bisa mengganti “onderdil” tubuh mereka sendiri saat kelelahan.
Sebagai ko-produksi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis, Monster Pabrik Rambut membawa kredibilitas kualitas yang tinggi. Skenarionya ditulis oleh Edwin bersama penulis ternama Eka Kurniawan, menandai kolaborasi kedua mereka setelah kesuksesan film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Menariknya, jajaran produser eksekutif film ini diisi oleh nama-nama besar seperti Iqbaal Ramadhan, Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda.
Anthem Budak Korporat: “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”
Melengkapi kengerian visualnya, Sal Priadi menghadirkan OST berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”. Lagu ini diprediksi akan menjadi anthem bagi para pekerja yang harus berjuang dengan lembur hingga babak belur. Rachel Amanda mengungkapkan bahwa film ini ingin menyuarakan keresahan tentang pentingnya hak asasi manusia untuk beristirahat di tengah normalisasi hustle culture yang mematikan.
Melalui Monster Pabrik Rambut, Palari Films berkomitmen untuk menghadirkan hiburan fantastis yang tetap relevan dalam memantik percakapan isu sosial yang penting di masyarakat.




