BeritaMusik

Samosir Music International 2026 Digelar 2–4 Juli

Samosir Music International 2026 hadirkan musik, budaya, olahraga, dan UMKM di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara

02julAll Day04Samosir Music International 2026(All Day)(GMT+07:00) Duration 2 Days 23 Hours 59 MinutesOpen Stage Tuktuk, Samosir IslandEvent Type Musik & Konser

Samosir, 2 Juli 2026 – Samosir Music International (SMI) 2026 siap digelar pada 2–4 Juli 2026 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Festival yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) ini memadukan musik, budaya, olahraga, serta pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pariwisata Danau Toba.

Menjelang pelaksanaan, panitia menyatakan persiapan teknis, produksi, dan koordinasi lintas sektor telah memasuki tahap akhir. SMI 2026 melibatkan pemerintah, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, hingga masyarakat lokal dalam berbagai rangkaian program.

Kolaborasi Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat

Inisiator Samosir Music International 2026, Henry Manik, menyampaikan bahwa festival ini dirancang bukan hanya sebagai hiburan. SMI diharapkan menjadi ruang kolaborasi budaya yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada pengunjung.

Keterlibatan warga juga hadir melalui pertunjukan seni, tortor massal, sanggar budaya, dan dukungan operasional kegiatan. Festival tahun ini turut menghadirkan komunitas seni dari Papua Selatan yang akan menampilkan tari dan musik tradisional, serta memperkenalkan produk ekonomi kreatif melalui area pameran.

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Arditama Nusantara Putra, menilai SMI sebagai bagian dari penguatan ekosistem pariwisata Danau Toba. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan industri kreatif dapat memperluas dampak ekonomi serta memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Lyodra hingga Viky Sianipar Band Tampil

Hari pertama SMI 2026 akan dibuka dengan ritual adat Batak yang dipimpin Lembaga Adat Batak Samosir, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pertunjukan seni budaya. Seluruh agenda pada 2 Juli dapat diikuti masyarakat tanpa tiket masuk.

Pada 3 Juli, festival menghadirkan tortor massal yang melibatkan masyarakat sekitar Tuktuk. Panggung utama kemudian akan menampilkan Lyodra, Style Voice, Dorman Manik, Rani Simbolon, Saut Situmorang, dan Ogar Nababan.

Hari terakhir akan dibuka dengan SMI Run yang diikuti sekitar 700 peserta. Malam penutupan menghadirkan Punkgoaran, Bermarga, Maite Hontelé y La Novia dari Belanda, Alsant Nababan, serta Viky Sianipar Band bersama musisi dari Jerman dan Inggris.

Penyelenggaraan SMI 2026 juga mulai mendorong peningkatan hunian hotel dan akomodasi di kawasan Tuktuk dan sekitarnya. Dampak positif tersebut diharapkan turut dirasakan sektor transportasi, kuliner, perhotelan, dan UMKM di Kabupaten Samosir.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button