BeritaInfo Event

Kamila Batavia Bawa “Baroque Galactic” ke Kampnagel

Kamila Batavia menghadirkan Hurled to the Moon dalam format musik dan storytelling di Kampnagel International Summer Festival

Hamburg, Agustus 2026 – Penyanyi, penulis lagu, dan komposer Indonesia Kamila Batavia membawa pertunjukan Hurled to the Moon (Terhempas ke Rembulan) ke Kampnagel International Summer Festival, Hamburg, pada 13 Agustus 2026. Pertunjukan tersebut memadukan musik dan storytelling dalam dunia artistik yang ia sebut “Baroque Galactic”.

“Baroque Galactic” Hadir dalam Format Live

Di panggung festival, Kamila menghadirkan “Baroque Galactic” dalam format live bersama band dan para pemain string dari Unimusik Hamburg. Pertunjukan ini mempertemukan chamber pop, piano, string ensemble, storytelling, serta karya-karya multibahasa dalam bahasa Indonesia, Jerman, dan Inggris.

Melalui dunia imajiner Kingdom of Batavia dan karakter Princess of Batavia, Kamila menggunakan bahasa fantasi untuk membicarakan tema kehilangan, ingatan, perjalanan waktu, serta bagaimana manusia membangun kembali sesuatu yang indah ketika kehidupan terasa runtuh.

Kingdom of Batavia dan Kisah Princess of Batavia

Nama Batavia merujuk pada nama historis Jakarta, kota kelahiran Kamila. Dalam karya-karyanya, Batavia kemudian berkembang menjadi Kingdom of Batavia, sebuah ruang imajiner yang mempertemukan memori personal, pengalaman hidup di Indonesia dan Jerman, musik, serta mitologi.

Dalam Hurled to the Moon, dunia tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman panggung melalui perpaduan piano, band, dan string ensemble. Kamila membawakan sejumlah karya dari katalognya, termasuk “Hilang dan Tak Kembali”, “Als Ich Einschlief”, “Berakhir dan Berlalu”, dan “Tayomi”, sekaligus memperkenalkan materi baru berjudul “The Astronaut”.

Storytelling Menjadi Bagian dari Pertunjukan

Storytelling menjadi bagian penting dari dramaturgi Hurled to the Moon. Kamila membawa penonton keluar-masuk antara realitas dirinya sebagai songwriter Indonesia yang hidup di Hamburg dan dunia Princess of Batavia yang dipenuhi kastel, rembulan, ingatan, serta pertanyaan mengenai berlalunya waktu.

See also  WUSS Rilis ‘Born in February’ Suara Hati Sang Anak Kedua

Kolaborasi dalam pertunjukan ini bermula dari pertemuan Kamila dengan komunitas musik universitas di Hamburg. Bersama violinist sekaligus arranger Lennart Beck, karya-karya Kamila dikembangkan ke dalam format live ensemble yang mempertemukan piano, band, dan strings.

“Tayomi” Menjadi Puncak Pertunjukan

Salah satu momen penting hadir melalui “Tayomi”, karya personal yang ditulis Kamila untuk mendiang ibunya. Lagu tersebut dibawakan sebagai encore bersama seluruh musisi sebelum Kamila mengajak para pemain berdiri dan menerima tepuk tangan dari penonton.

Bagi Kamila, Hurled to the Moon menjadi langkah untuk menerjemahkan “Baroque Galactic” dari bahasa musikal dan visual menjadi pengalaman panggung. Lagu, storytelling, karakter, dan dunia imajiner dipertemukan dalam satu ruang pertunjukan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button