Jakarta, 3 Desember 2025 – Mephoria 2025 menjadi festival musik lintas generasi yang sukses menarik perhatian publik melalui kolaborasi kreatif antara musisi senior dan musisi muda. Diselenggarakan di Galeri Cipta 2 Taman Ismail Marzuki (TIM), Mephoria 2025 menghadirkan talkshow, kompetisi musik, pertunjukan seni, serta bazar kreatif UMKM yang melibatkan mahasiswa dan peserta dari berbagai daerah. Dengan mengusung tema “Musik Menyatukan Generasi”, Mephoria 2025 berhasil menjadi ruang dialog antargenerasi dan laboratorium komunikasi yang hidup.
Dalam rangkaian talkshow Mephoria 2025, hadir dua figur dari dua era berbeda: Vina Panduwinata sebagai ikon musik 80-an dan Arash Buana sebagai representasi musisi generasi Z. Diskusi keduanya membuka wawasan peserta mengenai perubahan gaya komunikasi, perkembangan industri musik dari era analog ke digital, serta relevansi musik sebagai bahasa universal. Melalui Mephoria 2025, peserta melihat bagaimana musik terus menjadi medium penyampai pesan dari generasi ke generasi.
Mephoria 2025 juga diramaikan kompetisi musik yang menantang peserta membawakan lagu dari dua zaman berbeda. Kompetisi ini menjadi ruang praktik komunikasi simbolik, di mana peserta memahami perkembangan pesan dan konteks sosial dalam karya lintas masa. Selain itu, bazar UMKM memperkaya pengalaman pengunjung dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan materi komunikasi pemasaran, brand activation, hingga strategi visual. Semua aktivitas Mephoria 2025 dibuat untuk mendorong kolaborasi, kreativitas, dan pemahaman generasi.
⭐ Testimoni Peserta Mephoria 2025
Fesya Afrida – Public Relations
“Acaranya seru banget! Kita jadi tahu gimana lintas generasi musik dari tahun 80-an sampai sekarang. Narasumbernya juga keren: Vina Panduwinata dan Arash Buana.”
Angga – Band10 (Vokalis)
“Acaranya keren banget. Pengalaman tampil di Mephoria memberi kesan baru karena konsep kompetisinya unik dan seru.”
Rafi – Band10 (Bassis)
“Ini pertama kalinya ikut kompetisi seperti ini dan ketemu banyak musisi baru. Kalau Mephoria ada lagi, kami pasti ikut.”
Uji – Universitas Tangerang Raya
“Seru karena kita dapat ilmu baru. Musiknya menyambung generasi ke generasi dan memberi perspektif yang luas.”
Wafiq Siti Azizah – UHAMKA
“Seru banget! Banyak ilmu musik dan komunikasi yang dibahas Kak Arash dan Mama Vina. Aku ikut karena suka Arash.”
Fadhlan – SMA 14 Depok
“Acaranya seru banget! Banyak makanan di bazaar dan banyak hal menarik sepanjang acara.”
⭐ Pernyataan Program Studi
Dr. Santa Margaretha Niken Restaty, M.Si menegaskan bahwa Mephoria 2025 adalah ruang praktik komunikasi nyata:
“Mephoria menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan teori komunikasi ke dalam praktik, dari produksi pesan hingga komunikasi lintas generasi.”
⭐ Pernyataan Ketua Pelaksana
Ketua pelaksana Dymie Aldaffa Pratama mengatakan:
“Musik adalah bahasa simbolik. Mephoria dirancang tidak hanya menghibur, tetapi mengedukasi tentang bagaimana musik menjadi jembatan antargenerasi.”
⭐ Tentang Mephoria 2025
Mephoria 2025 adalah festival kreatif Universitas Mercu Buana Menteng yang menjadi wadah eksplorasi, eksperimen, dan implementasi teori komunikasi secara langsung, sekaligus mempertemukan generasi melalui musik.



