Samosir Music International 2026 Sukses Perkuat Citra Danau Toba
Samosir, 7 Juli 2026 – Samosir Music International (SMI) 2026 sukses menghadirkan kolaborasi musisi Indonesia dan mancanegara di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) ini kembali menjadi ruang pertemuan budaya sekaligus memperkuat promosi pariwisata Danau Toba melalui musik.
Musisi Nasional dan Internasional Tampil Satu Panggung
SMI 2026 menghadirkan penampilan musisi internasional seperti Maite Hontelé y La Novia dari Belanda, Stephen Dominic Ellery dari Inggris, serta musisi dari Jerman, Spanyol, Kuba, dan Venezuela yang berkolaborasi bersama seniman Batak dan Indonesia. Di sisi lain, panggung juga dimeriahkan oleh Lyodra Ginting, Viky Sianipar Band, Posan Tobing, Dorman Manik, Style Voice, Punxgoaran, Rany Simbolon, Saut Situmorang, Alsant Nababan, hingga Yossy Renata Tambunan.
Kolaborasi Budaya Jadi Daya Tarik Festival
Kolaborasi lintas budaya menjadi identitas utama Samosir Music International. Musisi mancanegara tidak hanya membawakan repertoar mereka sendiri, tetapi juga memainkan lagu-lagu bernuansa Batak menggunakan instrumen tradisional seperti gondang, hasapi, dan sulim. Perpaduan tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton yang memadati Open Stage Tuktuk.
Dorong Pariwisata Danau Toba
Plt. Direktur Utama BPODT, Arditama Nusantara Putra, menilai SMI menjadi contoh kolaborasi yang mampu memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Sementara itu, Event Director Henry Manik menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang diplomasi budaya yang mempertemukan musik dunia dengan kekayaan budaya Batak dan memperluas promosi pariwisata Indonesia ke tingkat internasional.





