Debut Blind Phase: Membedah Kebisingan Batin Lewat Musik
Skena musik Kota Malang kembali melahirkan talenta baru melalui kehadiran Blind Phase. Sebagai langkah awal, unit pop-punk ini resmi merilis single perdana bertajuk “Static Mind” pada awal Februari 2026. Lagu ini diposisikan sebagai pembuka jalan menuju mini album (EP) yang tengah mereka persiapkan.
“Static Mind” secara spesifik menyoroti kondisi mental yang kerap terjebak dalam kebisingan pikiran. Narasi yang diangkat menggambarkan dinamika emosi yang naik-turun tanpa jeda, di mana kabar baik maupun buruk sering kali terasa mengganggu. Melalui lagu ini, Blind Phase mengajak pendengar untuk menerima kekacauan batin sebagai bagian dari kehidupan yang perlu dipahami.
Kolaborasi Kolektif Musisi Berpengalaman
Formasi Solid dari Berbagai Latar Belakang
Meski berstatus sebagai band baru, Blind Phase diperkuat oleh deretan wajah yang sudah tidak asing di industri musik Malang Raya. Grup ini merupakan peleburan kreatif dari para musisi yang sebelumnya aktif di berbagai genre:
- Aldy (Vokal): Sebelumnya dikenal lewat Costive dan Dominance.
- Andrian (Gitar): Personel dari unit Enamore dan Hallway.
- Lilo (Gitar): Anggota dari The Polar Bears.
- Reyhan (Bass): Musisi dari Grey dan Costive.
- Kelvin (Drum): Penggebuk drum dari Limbo.
Perbedaan latar belakang musik dari tiap personel justru menjadi kekuatan utama yang membentuk identitas pop-punk Blind Phase menjadi lebih solid, enerjik, sekaligus emosional.
Produksi Mandiri yang Intim
Proses kreatif “Static Mind” dilakukan secara mandiri untuk menjaga kejujuran pesan yang ingin disampaikan. Lirik lagu ini ditulis oleh Aldy, sementara urusan produksi, termasuk mixing dan mastering, ditangani langsung oleh Lilo di W8 Project Studio miliknya pada Desember 2025 lalu.
Pendekatan produksi yang intim ini memastikan arah musikal Blind Phase tetap pada jalurnya—pop-punk yang tidak hanya sekadar cepat secara tempo, tetapi juga dalam secara makna.
Fondasi Menuju Perjalanan EP
Bagi Blind Phase, “Static Mind” bukan sekadar rilisan perkenalan, melainkan fondasi cerita yang akan terus berkembang. Dengan musik yang energetik, mereka berupaya membangun koneksi dengan pendengar yang merasa relevan dengan isu kesehatan mental dan pergulatan batin sehari-hari.
Single “Static Mind” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Kehadiran mereka di industri musik menjadi bukti bahwa semangat kolektif musisi Malang tetap menyala, membawa warna baru yang segar di awal tahun 2026.





