Dunia yang bergerak sangat cepat sering kali membuat manusia merasa lelah dan kehilangan jati diri akibat tekanan perbandingan sosial. Fenomena inilah yang ditangkap oleh duo musik pendatang baru, Kini & Nanti, melalui single perdana mereka yang bertajuk “Pelan-Pelan Sembuh”. Lagu ini hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan ruang refleksi bagi para pendengarnya.
Duo yang terdiri dari Sara Riesma (vokalis) dan Alit Sinyo (pencipta lagu & music arranger) ini melahirkan karya tersebut dari sebuah keyakinan sederhana: bahwa setiap manusia memiliki waktunya sendiri. Lirik yang hangat dan mindful dalam lagu ini mengajak audiens untuk tetap berpikir positif dan merayakan setiap proses yang sedang dijalani.
Berdamai dengan Tempo Hidup
“Pelan-Pelan Sembuh” bercerita tentang penerimaan terhadap tempo hidup yang berbeda-beda. Di tengah tuntutan untuk serba cepat—cepat sukses, cepat mapan, hingga cepat bahagia – Kini & Nanti justru mengingatkan bahwa hidup bukanlah sebuah kompetisi timeline.
“Kami ingin mengingatkan bahwa sembuh dan bahagia tidak harus dipercepat. Kadang kita bukan lambat, kita hanya sedang belajar,” ungkap duo ini. Secara musikal, lagu ini dikemas dengan aransemen yang easy listening dan tenang, menciptakan atmosfer seperti percakapan dengan teman dekat yang memahami tanpa menghakimi.
Identitas sebagai Emotional Companion Music
Sebagai debut di industri musik, “Pelan-Pelan Sembuh” menjadi fondasi bagi Kini & Nanti untuk membangun identitas mereka sebagai emotional companion music. Mereka ingin memposisikan karya-karyanya sebagai musik yang hadir untuk menemani proses hidup pendengarnya, bukan untuk menggurui.
Proses produksi lagu ini dilakukan di PAS Studio, Ambarawa, dengan Alit Sinyo memegang peran penuh sebagai produser musik. Dengan vokal Sara Riesma yang lembut, lagu ini diharapkan dapat dirasakan maknanya oleh siapa pun yang sedang berjuang untuk menerima diri sendiri.
Single perdana dari Kini & Nanti ini sudah dapat dinikmati di seluruh platform streaming digital mulai sekarang.



