Bogor, 29 April 2026 – Tidak ada yang benar-benar bisa menebak langkah The Jansen selanjutnya. Setelah sukses merambah berbagai kalangan lewat Banal Semakin Binal (2022) dan bereksperimen dengan nuansa lo-fi dalam Durja Bersahaja (2024), unit punk asal Bogor ini kembali memberikan kejutan. Kini, The Jansen yang tersisa dalam formasi Cinta Rama Bani Satria (Bani) dan Adji Pamungkas, mengumumkan album keempat mereka bertajuk “Romantisasi Impulsif”.
Album ini merupakan penutup dari sebuah trilogi besar yang sudah dimulai sejak empat tahun lalu. Sebagai pintu masuk menuju era baru tersebut, The Jansen merilis single bertajuk “Bila Cinta Adalah Sebuah Propaganda (Wo Ai Ni)” pada Rabu, 29 April 2026. Menariknya, lagu ini tercatat sebagai lagu cinta pertama yang pernah sengaja dibuat dalam sepanjang diskografi The Jansen.
Cinta di Tengah Kemiskinan yang Mengintai
Selama ini, The Jansen lebih dikenal lewat narasi pesta anak muda, sindiran sosial, hingga kegelisahan eksistensial. Namun kali ini, mereka terang-terangan menulis tentang jatuh cinta dan kerentanan perasaan. Adji Pamungkas selaku penulis lirik memotret bagaimana cinta bekerja di tengah realita ekonomi yang sulit, seperti fenomena seseorang yang rela meminjam motor demi mengajak kekasihnya jalan-jalan.
“Meski ini pengalaman pertama bikin lagu cinta, kami mau kasih perspektif yang berbeda. Bagaimana cara cinta bekerja di tengah kemiskinan yang mengintai?” ujar Adji. Lagu ini tetap mempertahankan karakter khas The Jansen: gelap dan ironis, namun terdengar sangat jujur. Pengulangan frasa “Wo Ai Ni” dalam lagu ini terasa seperti mantra yang mencoba meyakinkan diri di tengah kontradiksi perasaan.
Visual Estetik dan Rilisan Global
Melengkapi peluncuran audionya, video lirik “Bila Cinta Adalah Sebuah Propaganda (Wo Ai Ni)” akan dirilis pada 30 April 2026 melalui kanal YouTube resmi mereka. Visualnya dikemas dengan estetika film Hong Kong dekade 90-an, lengkap dengan lirik dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Mandarin.
Album “Romantisasi Impulsif” sendiri dijadwalkan meluncur secara digital pada 22 Juli 2026. Untuk rilisan fisik, The Jansen merambah pasar internasional dengan menggandeng label legendaris Jepang, P-Vine Records, untuk format CD dan vinyl, serta label Malaysia, Miles Records, untuk format kaset pita. Langkah ini membuktikan bahwa The Jansen tidak pernah puas dengan rumus lama dan terus mengevolusi musikalitas mereka ke arah yang tak terduga.





