Manerole Rilis Album Debut “Spellcaster”
Jakarta, 28 Agustus 2026 – Grup musik asal Jakarta Timur, Manerole, resmi merilis album debut “Spellcaster”. Album ini menghadirkan sebelas lagu yang terdiri dari satu pertunjukan pembuka dan sepuluh fragmen utama tentang berbagai sisi perjalanan batin manusia.
“Spellcaster” Potret Kerapuhan Manusia
Melalui “Spellcaster”, Manerole menghadirkan kisah manusia yang datang dengan berbagai alasan, mulai dari ambisi, cinta, kebebasan, keberuntungan, hingga kehilangan. Seluruh kisah tersebut kemudian tersimpan dalam arsip milik sosok misterius bernama Spellcaster.
Dalam dunia “Spellcaster”, sosok tersebut menawarkan jalan pintas untuk mendapatkan pencapaian, kekayaan, kekuatan, hingga ketenaran. Namun, seperti sebuah keinginan yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan, selalu ada harga yang harus dibayar.
Manerole Hadirkan 11 Fragmen dalam “Spellcaster”
Album “Spellcaster” terdiri dari sebelas trek, yaitu “Pertunjukan (Intro)”, “Tarung Sihir”, “Demam Berdisko”, “Spellcaster”, “Loverboy 2.0”, “Sihir”, “Abadi”, “Come Over, My Luck!”, “Crack an Egg” feat. Mandy Robins, “Be Okay” feat. Kathleen Ivanka, dan “Requiem”.
Album ini membawa berbagai warna cerita. Ada kisah tentang ilusi dan manipulasi, kekuatan dan kejayaan, cinta dan kebersamaan, pelarian, keberuntungan, hingga kehilangan. Semakin jauh arsip dibuka, semakin terlihat bahwa manusia tetap memiliki sisi rapuh di balik keberanian, cinta, ambisi, dan usaha untuk bertahan.
Neo-Retro Jadi Identitas Manerole
Manerole tidak membatasi musiknya pada satu era atau bentuk tertentu. Mereka mengolah berbagai pengaruh melalui pendekatan sendiri dan membiarkan setiap lagu menemukan bentuk yang sesuai dengan cerita yang dibawanya.
Aransemen sinematik dan storytelling menjadi benang merah dalam “Spellcaster”. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari identitas Manerole yang mengusung genre Neo-Retro Pop/Rock.
Manerole merupakan grup musik sextet asal Jakarta Timur yang terdiri dari Matthilmy pada vokal, Rifqithor pada keyboard, Maulana Alfarisi dan Wisang Geni pada gitar, Yusuf Gilbran Adenan pada bass, serta Fahmi Bukhari pada drum.
“Spellcaster” Jadi Awal Perjalanan Manerole
Perilisan “Spellcaster” menjadi langkah penting bagi Manerole dalam memperkenalkan dunia musik yang mereka bangun. Album debut ini mengajak pendengar memasuki sebuah pertunjukan yang terdiri dari berbagai fragmen kisah manusia.
Setiap pendengar dapat menemukan pengalaman yang berbeda di dalamnya. Ada yang mungkin tertarik dengan dunia magisnya, sementara yang lain dapat menemukan kisah tentang cinta, ambisi, kebebasan, atau kehilangan.
Album “Spellcaster” resmi dirilis pada 28 Agustus 2026 dan tersedia untuk dinikmati melalui berbagai platform musik digital.





[219652]supplies professional anti-violence equipments and solutions for the whole world with strong and perfect production capacity. anti-violence.org