Unit alternatif asal Ambon, Moresbii, kembali menunjukkan taringnya di kancah musik independen dengan merilis single terbaru bertajuk ‘Grey’. Lagu ini resmi mengudara di berbagai platform musik digital, menandai rilisan ketiga mereka setelah sebelumnya melepas ‘Anagram’ (2019) dan ‘Neptune’ (2022).
Dalam rilisan kali ini, Moresbii menawarkan pengalaman pendengaran yang tidak biasa. Secara musikal, ‘Grey’ menghadirkan struktur lagu yang non-konvensional. Pendengar akan disuguhkan dengan “tabrakan” fragmen-fragmen musik yang tampak tidak seharusnya berada dalam satu bingkai, namun justru memberikan identitas suara yang segar dan eksploratif bagi band ini.
Terjebak dalam Dilema yang Tak Pasti
Sesuai dengan judulnya, ‘Grey’ bercerita tentang cara menyikapi dilema mendalam saat menaruh hati pada seseorang yang sebenarnya mustahil untuk didapatkan. Lagu ini memotret pertaruhan emosional antara mengungkapkan perasaan atau memilih untuk tetap diam.
Apapun pilihan yang diambil, sang narator dalam lagu ini digambarkan akan tetap terjebak dalam area abu-abu yang membingungkan. Narasi ini diperkuat dengan atmosfer musik yang dinamis, mencerminkan ketidakpastian dan konflik batin yang menjadi tema sentral dalam penulisan liriknya.
Dapur Produksi dan Visual
Proses rekaman ‘Grey’ dilakukan di eSBe Home Studio Ambon dengan bantuan Rendy Sayang. Untuk urusan kualitas audio, Moresbii kembali mempercayakan proses mixing dan mastering kepada Ferlian Titarz, sosok yang telah memproduksi seluruh katalog musik Moresbii sejak awal perjalanan mereka.
Selain sudah dapat dinikmati melalui berbagai layanan streaming musik, ‘Grey’ juga hadir dalam format video lirik yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Moresbii. Video ini diharapkan mampu memperkuat interpretasi pendengar terhadap fragmen-fragmen musik unik yang mereka sajikan.





