Musisi R&B asal Jakarta, Noni, akhirnya resmi meluncurkan album terbarunya yang bertajuk PISSED ME OFF / BORED ME TO DEATH. Proyek ini lahir sebagai wadah bagi emosi-emosi yang sering kali dipendam, mulai dari kemarahan, kejengkelan, hingga rasa frustasi yang mendalam.
Album yang berisi 10 trek ini dirancang sebagai “teman” bagi para pendengar yang sedang berada dalam fase emosional tidak stabil. Noni berhasil menangkap keresahan pasca putus cinta maupun kelelahan mental melalui balutan sound R&B alternatif yang menjadi ciri khasnya.
Struktur dan Kolaborasi di Album Noni
Album ini dibuka dengan trek familiar “WRITTENINTHESTARS” yang melibatkan Basboi. Noni kemudian mengajak pendengar bernostalgia sejenak melalui lagu-lagu yang sudah rilis sebelumnya seperti “FALL AGAIN”, “MIDORI”, dan “RECKLESS” (feat. Rai Anvio), sebelum akhirnya menyuguhkan deretan karya baru yang segar.
Dalam proses produksinya, Noni mengambil peran sentral dengan memproduseri hampir seluruh lagu. Ia juga dibantu oleh kolaborator produktif seperti CVX, Kareem Soenharjo, Luthfi Adianto, hingga Fathan Maulana. Keterlibatan teman-teman dekat ini membuat proses pengerjaan album terasa sangat menyenangkan bagi sang musisi.
Fokus Trek dan Simbolisme Amarah
Sebagai fokus utama, Noni memilih lagu “RATHER BE / IN HELL”. Trek ini spesial karena dikerjakan sendiri olehnya mulai dari penulisan hingga produksi penuh. Lagu ini dianggap merepresentasikan energi keseluruhan album yang mengusung tema besar “rage” atau kemarahan.
Secara visual, Noni menggunakan simbol baseball bat (tongkat bisbol) sebagai representasi dari amarah yang meledak-ledak. Elemen ini menjadi benang merah identitas album, memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang selama ini jarang diangkat oleh musisi perempuan di skena R&B Indonesia.
Melalui PISSED ME OFF / BORED ME TO DEATH, Noni tidak hanya bereksplorasi dalam hal suara, tetapi juga mengajak pendengarnya untuk lebih jujur terhadap emosi negatif yang dirasakan. Ke depannya, ia bahkan membuka peluang untuk keluar dari zona R&B demi terus mengembangkan identitas musikalnya.





