Pink Tomiyang Rilis “Kasih (IBU) Tak Sampai”
19 Agustus 2026 – Penyanyi pendatang baru Pink Tomiyang resmi memperkenalkan karya perdananya melalui single “Kasih (IBU) Tak Sampai”. Lagu bergenre electro pop-ballad ini lahir dari pengalaman personal Pink Tomiyang setelah kehilangan sosok ibu.
Bagi Pink Tomiyang, lagu tersebut menjadi bentuk penyembuhan diri atas rasa luka dan rindu yang belum kunjung reda. “Kasih (IBU) Tak Sampai” juga menjadi perkenalan pertamanya kepada penikmat musik Tanah Air.
“Kasih (IBU) Tak Sampai” Lahir dari Kehilangan
“Kasih (IBU) Tak Sampai” terinspirasi sepenuhnya dari pengalaman pribadi Pink Tomiyang. Salah satu gambaran utama dalam lagu ini berasal dari momen ketika ia melakukan perjalanan pulang seorang diri setelah berziarah ke makam sang ibu.
Tema hubungan ibu dan anak dipilih karena rasa kehilangan yang menjadi inti cerita. Judul “Kasih (IBU) Tak Sampai” merujuk pada sebuah pengharapan agar sang ibu masih dapat menyaksikan mimpi-mimpi anaknya menjadi kenyataan.
Melalui lagu ini, Pink Tomiyang juga ingin mengingatkan pentingnya menghargai waktu bersama orang terkasih selagi kesempatan tersebut masih ada. Kenangan sederhana seperti senyum ibu, aroma masakan, hingga baju baru pemberian sang ibu kemudian menjadi bagian dari sumber inspirasi lagu.
Pink Tomiyang Tuangkan Perasaan lewat Metafora
Lirik “Kasih (IBU) Tak Sampai” menggunakan pendekatan metafora yang kuat. Pink Tomiyang mengaku tidak terbiasa mengungkapkan perasaan secara gamblang, tetapi lebih mampu memahami makna dari perhatian-perhatian kecil.
Proses penulisan lagu ini membutuhkan waktu lebih dari 10 bulan hingga Pink Tomiyang menemukan rasa yang dianggap tepat. Tantangan terbesarnya adalah memasukkan pengalaman kehilangan tersebut secara utuh ke dalam karya.
Proses rekaman vokal juga menjadi pengalaman emosional bagi Pink Tomiyang. Ia mengaku beberapa kali menangis dan merasakan suaranya bergetar ketika berusaha menahan air mata selama proses rekaman.
Electro Pop-Ballad Jadi Pilihan Pink Tomiyang
Dari sisi musikal, “Kasih (IBU) Tak Sampai” digarap dengan mengedepankan harmoni agar rasa kehilangan tetap menyatu dengan musik dan vokal.
Pink Tomiyang memilih genre pop-ballad karena dianggap selaras dengan jiwa bermusiknya. Kejujuran dan kesetiaan juga menjadi nilai yang ingin terus ia bawa dalam karya-karya berikutnya.
Sebagai pendatang baru di industri musik Indonesia, Pink Tomiyang ingin memperkenalkan nilai keseimbangan dan kesederhanaan melalui karya-karyanya. Menurutnya, hal-hal sederhana justru dapat terasa sangat berharga ketika telah hilang.
Pink Tomiyang Bawa Pesan untuk Menghargai Ibu
Sebelum dikenal sebagai penyanyi, Pink Tomiyang telah lebih dulu dikenal sebagai Founder Pink Print Team (PPT), komunitas tari yang telah berkembang menjadi wadah bagi banyak musisi berlatar belakang dancer dan telah dibinanya selama 10 tahun.
Terjun ke dunia tarik suara menjadi panggilan jiwa yang telah lama dipendam dan akhirnya direalisasikan melalui “Kasih (IBU) Tak Sampai”.
Pink Tomiyang berharap lagu ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang sedang mencari obat dari rasa kehilangan sekaligus menjadi pengingat bagi setiap anak untuk lebih menyayangi dan menghargai waktu bersama ibunya selagi kesempatan itu masih ada.
Single “Kasih (IBU) Tak Sampai” telah dirilis di seluruh platform musik digital. Lagu ini ditulis oleh Ova Libenovo dan Yayang Tomi Alatas, dengan Ova Libenovo sebagai composer, producer, serta penanggung jawab mixing dan mastering. Lagu tersebut dirilis melalui Memu Records.





