Seven Seventy Rilis Single Siapa Mau Merasa Disingkirkan Lagi
Malang, 30 Juli 2026 – Seven Seventy resmi kembali dari hiatus selama tiga tahun melalui single terbaru berjudul Siapa Mau Merasa Disingkirkan Lagi?. Lagu ini menjadi langkah awal menuju perilisan album baru sekaligus mengusung slogan kampanye #SemuaBerhakDidengar yang mengangkat keresahan personal maupun sosial.
Seven Seventy Tampilkan Warna Alternative Rock yang Lebih Segar
Melalui Siapa Mau Merasa Disingkirkan Lagi, Seven Seventy mengeksplorasi warna alternative rock yang lebih kuat melalui distorsi gitar, ritme menghentak, dan vokal penuh emosi. Pendekatan musikal tersebut menjadi pembeda dibanding karya-karya sebelumnya sekaligus menandai arah baru band setelah melewati masa hiatus.
Band asal Malang ini digawangi oleh Dimas (Ayam) sebagai gitaris sekaligus vokalis, Anggoro di gitar dan vokal, Danang sebagai gitaris, Reza sebagai bassist, dan Daniel sebagai drummer. Sejak terbentuk pada Agustus 2021, Seven Seventy telah merilis single Let Me, mini album Fala Amo, serta single El Pollo Loco sebelum akhirnya kembali dengan karya terbaru ini.
Angkat Keresahan Sosial Lewat Musik
Dalam single Siapa Mau Merasa Disingkirkan Lagi, Seven Seventy mengangkat tema ketidakadilan, perjuangan melawan tekanan, hingga pengalaman mereka yang merasa disingkirkan atau dilupakan. Terinspirasi oleh The Panturas, Paramore, Perunggu, dan musik alternative rock secara umum, mereka memilih menggunakan Bahasa Indonesia agar pesan lagu terasa lebih dekat dan kuat bagi pendengar.
Single Jadi Awal Kampanye #SemuaBerhakDidengar
Seven Seventy menyebut Siapa Mau Merasa Disingkirkan Lagi? bukan sekadar lagu, melainkan sebuah seruan bagi siapa saja yang pernah merasa dibungkam, disingkirkan, atau dilupakan. Lagu ini sekaligus membuka perjalanan menuju album terbaru mereka yang akan melanjutkan kampanye #SemuaBerhakDidengar.
Penutup
Melalui Siapa Mau Merasa Disingkirkan Lagi?, Seven Seventy menandai babak baru perjalanan mereka dengan pendekatan musikal yang lebih matang serta pesan sosial yang lebih kuat. Comeback ini menjadi bukti perkembangan band setelah tiga tahun mempersiapkan arah baru untuk karya-karya berikutnya.




