BeritaMusik

Strange Fruit Rilis ‘Monopolar’ Dansa Hipnotik dalam Kelam

Kembali Setelah Sedekade, Pionir Noise Pop Jakarta Eksplorasi Dimensi Elektronik Avant-Garde

Eksplorasi Multiverse Suara dalam Single ‘Monopolar’

Unit musik asal Jakarta, Strange Fruit, kembali menggetarkan skena independen melalui single terbaru mereka bertajuk “Monopolar”. Dirilis pada 6 Februari 2026 di bawah label Gentle Tuesday Recordings, lagu ini merupakan rilisan kedua yang dipersiapkan sebagai jembatan menuju mini album terbaru mereka, EP Drips.

Secara teknis, “Monopolar” diartikan sebagai sumber bunyi yang memancarkan radiasi secara merata ke segala arah. Strange Fruit menerjemahkannya ke dalam komposisi musik elektronik yang melambat dan menghipnotis, membawa pendengar masuk ke dalam dimensi sinematik yang terasa seperti ambang batas antara sadar dan mimpi.

Eksperimentasi Elektronik dan Pengaruh Avant-Garde

Perkawinan Noise Pop dan Elektroda Sintetis

Transisi Strange Fruit dari unit noise pop menjadi entitas elektronik sintetis terlihat jelas dalam produksi lagu ini. Irza Aryadiaz (sintetis) mengakui bahwa tekstur suara dalam “Monopolar” banyak dipengaruhi oleh audiologis legendaris seperti Mort Garson dan elemen disco-robot khas Kraftwerk.

Sentuhan glitch dan ambient wall-of-eerie gubahan Wendy Carlos juga turut menyuntikkan energi psikedelik ke dalam lagu ini. Hasilnya adalah sebuah sonic boom yang memadukan gelombang frekuensi rendah dengan vokal Baldi Calvianca yang membius, menciptakan nuansa dream pop yang berpendar di lintasan acid house.

Narasi Kegelisahan di Tengah Dunia yang Menggelap

Di balik aransemennya yang kompleks, “Monopolar” menyimpan narasi yang sangat personal. Baldi Calvianca menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari suasana hati yang absurd dan kegelisahan yang terpendam. Liriknya merefleksikan dialog dengan diri sendiri mengenai upaya memelihara mimpi di tengah kondisi dunia yang kian meredup.

Bagi Strange Fruit, kembalinya mereka setelah hiatus selama sepuluh tahun bukan lagi untuk memenuhi selera pasar, melainkan murni untuk penggalian artistik. Mereka berkomitmen melahirkan musik yang belum pernah didengar sebelumnya—sebuah genre bender yang menantang sensor motorik pendengarnya.

Visualisasi Disorientasi Optik

Peluncuran single ini dibarengi dengan video musik yang digarap oleh duo moviemaker Mellow Splice di studio PasMing Experience. Visual yang ditampilkan menggabungkan keindahan hipnotik Samudera Hindia dengan distorsi optik yang disorientatif, mewujudkan performa rock & roll dalam lanskap sureal di dalam kepala para personel.

Diproduseri oleh Bernardus Fritz dan di-mastering oleh Sam Berdah di Paris, “Monopolar” kini sudah tersedia di seluruh platform streaming digital. Kehadiran Strange Fruit dengan formasi Baldi, Irza, John Tampubolon, Nabil Favian, dan Dino Kristianto ini menandai babak baru eksplorasi sonik yang lebih mendalam dan liar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button