BeritaMusik

The Lantis Rilis (Jangan Terlalu) Posessif

The Lantis memberi sentuhan baru pada lagu ikonik Naif dengan nuansa lebih ringan, groovy, dan emosional.

The Lantis Rayakan Nostalgia Lewat Cover (Jangan Terlalu) Posessif

Jakarta, Juli 2026 – The Lantis kembali menghadirkan karya terbaru dengan merilis reinterpretasi lagu legendaris “(Jangan Terlalu) Posessif”, yang dipopulerkan oleh Naif. Single ini resmi dirilis pada 24 Juli 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu band yang paling berpengaruh dalam perjalanan musikal The Lantis. Beranggotakan Giri, Ravi, Ojan, Feisal, dan Vio, The Lantis memilih menghadirkan pembacaan baru yang tetap menghormati identitas lagu aslinya, namun dengan karakter musik yang lebih ringan dan groovy.

Bagi The Lantis, membawakan “(Jangan Terlalu) Posessif” bukan sekadar merilis lagu cover. Lagu tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada Naif yang sejak awal menjadi salah satu inspirasi terbesar dalam membentuk selera musik, cara bermain, hingga identitas musikal mereka. Melalui rilisan ini, The Lantis ingin memperlihatkan bagaimana sebuah lagu klasik tetap dapat terdengar segar tanpa kehilangan ruh aslinya.


The Lantis Beri Sentuhan Baru Tanpa Menghilangkan Identitas Lagu

Alih-alih mengubah aransemen secara drastis, The Lantis memilih mempertahankan kekuatan utama lagu “(Jangan Terlalu) Posessif”. Perubahan justru dilakukan pada nuansa, atmosfer, dan pendekatan emosional agar lebih sesuai dengan identitas musikal mereka.

Menurut Giri, kemiripan karakter musik The Lantis dengan Naif membuat mereka tidak ingin melakukan perubahan berlebihan. Sebaliknya, mereka memilih menghadirkan interpretasi yang lebih ringan, hangat, dan groovy sehingga tetap terasa akrab bagi pendengar lama maupun generasi baru. Selain itu, produser Vega Antares juga menambahkan satu bait lirik baru pada bagian pembuka sebagai pengantar cerita dalam versi The Lantis.


Makna Baru di Balik (Jangan Terlalu) Posessif

Melalui versi terbaru ini, The Lantis mengajak pendengar melihat makna “(Jangan Terlalu) Posessif” dari sudut pandang yang lebih luas. Jika selama ini sifat posesif identik dengan sesuatu yang negatif, The Lantis justru memandangnya sebagai bagian dari kompleksitas emosi ketika seseorang sedang jatuh cinta.

See also  Trisouls Rilis ‘Sementara atau Selamanya’ Nostalgia Pop 90-an

Menurut Ojan, lagu ini berada di wilayah abu-abu yang tidak menghakimi maupun membenarkan perilaku posesif. Sebaliknya, The Lantis ingin menunjukkan bahwa rasa takut kehilangan, cemas, dan keinginan menjaga seseorang dapat muncul karena besarnya rasa cinta. Lagu ini menjadi ruang untuk menerima berbagai emosi tersebut tanpa harus memberikan penilaian mutlak.


Surat Cinta The Lantis untuk Naif

Bagi The Lantis, proyek ini memiliki makna yang jauh lebih personal dibanding sekadar merilis lagu baru. Musik Naif telah menjadi fondasi yang membentuk perjalanan band sejak awal berdiri.

Karena itu, “(Jangan Terlalu) Posessif” dipandang sebagai surat cinta sekaligus bentuk penghormatan kepada salah satu inspirasi terbesar mereka. Dengan mempertahankan esensi lagu dan hanya menambahkan sentuhan khas The Lantis, mereka berharap karya ini dapat diterima oleh penggemar lama Naif maupun pendengar baru yang baru mengenal lagu tersebut.


Tersedia di Platform Digital Mulai 24 Juli 2026

Single “(Jangan Terlalu) Posessif” resmi tersedia di berbagai platform streaming digital mulai 24 Juli 2026. Bersamaan dengan perilisan lagu, The Lantis juga menghadirkan video visualizer yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi mereka.

Pendengar dapat menikmati lagu ini melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, maupun platform musik digital lainnya. Rilisan tersebut didistribusikan oleh Universal Music Indonesia, dengan proses produksi yang dipimpin oleh Vega Antares sebagai produser musik.


Penutup

Melalui “(Jangan Terlalu) Posessif”, The Lantis membuktikan bahwa lagu klasik dapat dihadirkan kembali dengan perspektif yang segar tanpa kehilangan identitas aslinya. Interpretasi baru ini menjadi bentuk penghormatan kepada Naif sekaligus menunjukkan kedewasaan musikal The Lantis dalam merayakan nostalgia, kegelisahan, dan dinamika jatuh cinta.

Ikuti berita terbaru mengenai rilisan musik, album, konser, dan perkembangan industri musik Indonesia hanya di EventFest.id

See also  Porosatas dan Yuke Sampurna Rilis No Love! Versi Baru

Baca juga:

EventFest.id

Sumber Resmi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button