Unit musik WUSS kembali memperkuat eksistensinya di kancah musik independen dengan meluncurkan single kedua bertajuk “March”. Karya terbaru ini menjadi rilisan krusial sekaligus jembatan terakhir bagi WUSS sebelum melepas album penuh mereka yang dijadwalkan meluncur pada kuartal kedua (Q2) 2026.
Lagu “March” lahir dari fragmen perjalanan tiga tahun terakhir yang dialami oleh para personelnya. Narasi dalam lagu ini menggambarkan proses pendewasaan yang tidak mudah, mulai dari momen penuh harapan hingga kehilangan yang datang tanpa peringatan di tengah ketidakpastian.
Kolaborasi Emosional WUSS dan Siddha
Dalam penggarapan single ini, WUSS menggandeng vokalis tamu Yogha Prasiddhamukti atau yang akrab disapa Siddha dari band Skandal (Yogyakarta). Kehadiran vokal Siddha memberikan lapisan warna yang kuat dan emosional, melengkapi karakter musik yang dibangun oleh WUSS.
Seluruh penulisan lagu dan lirik “March” dikerjakan sepenuhnya oleh Sabiella Maris. Melalui tangan dinginnya, WUSS mencoba menerjemahkan bagaimana rasa sakit dan kebahagiaan bisa berjalan berdampingan sebagai satu kesatuan proses pertumbuhan manusia yang utuh.
Filosofi di Balik Single March
Pemilihan judul “March” dalam karya WUSS kali ini bukan merujuk pada kemenangan besar, melainkan simbol langkah kaki yang konsisten. Lagu ini merepresentasikan keputusan untuk tetap bergerak maju meski arah masa depan belum sepenuhnya terlihat jelas atau hati belum pulih total.
Secara filosofis, WUSS tidak mencoba menawarkan solusi instan atas badai kehidupan melalui lagu ini. Sebaliknya, mereka menawarkan sebuah penerimaan bahwa hidup tidak selalu harus dimengerti sepenuhnya untuk bisa dijalani dengan penuh keberanian setiap harinya.
Proses reflektif selama tiga tahun tersebut diakui sebagai bagian dari pembentukan jati diri yang lebih matang. Single ini merangkum dinamika hubungan yang berubah hingga “jembatan yang terbakar”, yang secara paksa mendorong seseorang untuk terus melangkah ke depan tanpa menoleh ke belakang.
Dengan rilisnya “March”, WUSS kini fokus menatap peluncuran album studio perdana mereka. Karya ini diharapkan mampu menjadi teman bagi para pendengar yang tengah berada dalam fase transisi dan mencari kekuatan untuk tetap berdiri tegak di tengah badai kehidupan.





