Refleksi Identitas dan Ketangguhan dalam ‘Born in February’
Unit musik asal Malang, WUSS, kembali menggebrak skena independen dengan merilis single terbaru berjudul “Born in February”. Karya ini menjadi rilisan penting setelah kesuksesan “Where It Begins” pada tahun lalu, sekaligus menjadi narasi personal yang kuat mengenai posisi individu di tengah pusaran ekspektasi sosial.
Ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, “Born in February” membedah pergulatan batin seseorang yang tumbuh sebagai “anak kedua”. Lagu ini bukan sekadar bercerita tentang urutan lahir, melainkan tentang keberanian untuk tetap berdiri tegak meski sering kali dianggap sebagai jeda yang terlewatkan di antara sorak-sorai dunia.
Narasi Musikal: Bertahan Lebih Lama dari yang Pertama
Perlawanan terhadap Stigma “Urutan”
Melalui lirik yang digarap oleh Sabiella Maris, WUSS menolak mentah-mentah anggapan bahwa urutan lahir menentukan identitas seseorang. Bagi mereka, menjadi yang “kedua” bukanlah tentang kalah cepat, melainkan tentang kemampuan bertahan lebih lama dalam sunyi tanpa perlu validasi berupa tepuk tangan.
“Bagi anak kedua, ‘second’ itu cuma urutan, bukan identitas,” tegas Brilyan. Pesan ini disampaikan dengan aransemen yang liar namun lentur, mencerminkan keganjilan yang justru menjadi nyawa utama dalam musikalitas WUSS.
Proses Kolektif dan Pengembangan Karakter
Secara teknis, produksi lagu ini memakan waktu kurang lebih satu bulan, mulai dari Desember 2025 hingga Januari 2026. Dinamika emosional dalam lagu ini merupakan hasil kolaborasi seluruh personel—Sabiella Maris (vokal/gitar), Brilyan Prathama Putra (vokal/gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum).
Kekuatan kolektif ini menghasilkan satu kesatuan utuh yang menggambarkan ketahanan mental. WUSS memilih untuk tidak berjalan di jalur aman demi diterima pasar, melainkan tetap setia pada ruang paling jujur untuk menjadi diri sendiri.
Jembatan Menuju Album Perdana yang Ambisius
Rilisnya “Born in February” pada 6 Februari 2026 ini juga menjadi sinyal kuat menuju proyek album penuh WUSS. Saat ini, mereka tengah mematangkan album berisi 12 lagu yang dijanjikan akan membawa warna musik yang lebih luas.
Sebagai kejutan tambahan, WUSS berencana merilis satu single terakhir sebagai pengantar album yang akan melibatkan kolaborasi dengan musisi dari luar Jawa Timur. Langkah strategis ini menunjukkan ambisi WUSS untuk meluaskan jangkauan pendengar mereka ke tingkat nasional sembari tetap membawa identitas rock dari kota asal mereka, Malang.



