Yura Yunita kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Pertiwi”, sebuah lagu yang mengajak pendengar menyelami perasaan tentang ketakutan, keberanian, dan suara yang selama ini dipendam. Lagu ini tidak hadir untuk memberikan satu tafsir pasti, melainkan membiarkan setiap pendengar menemukan maknanya sendiri.
“Pertiwi” Hadir dari Ruang yang Lama Disimpan
“Pertiwi” membawa pendengar ke ruang emosional yang mungkin selama ini sengaja dihindari. Di dalamnya terdapat gambaran tentang kegelapan yang disimpan, kalimat yang berhenti di tenggorokan, kemarahan yang dirapikan, hingga kekuatan untuk mengatakan apa yang dipercaya.
Lagu ini seolah mengajak seseorang untuk tidak terburu-buru meninggalkan ruang tersebut. Sebaliknya, “Pertiwi” memilih tinggal sejenak bersama rasa takut sebelum perlahan menyalakan keberanian untuk mengatakan bahwa mungkin kali ini seseorang tidak perlu lagi diam.
Kolaborasi Yura Yunita dan Iwan Popo
“Pertiwi” ditulis oleh Donne Maula dengan notasi dari Yura Yunita. Produksi musiknya ditangani Iwan Popo yang menghadirkan aransemen megah namun tetap memberi ruang bagi emosi untuk berkembang secara perlahan.
Melalui karakter vokalnya, Yura terdengar seperti seseorang yang berusaha tetap tegak sembari mengumpulkan keberanian untuk berseru lebih keras. Pendekatan tersebut memperkuat pesan emosional yang dibawa sepanjang lagu.
“Pertiwi” Tak Memiliki Satu Tafsir
Menariknya, “Pertiwi” tidak diarahkan untuk memiliki satu makna yang mutlak. Pendengar bisa menghubungkannya dengan keadaan sekitar, ibu, perempuan yang memilih diam, ketidakadilan, atau bahkan pengalaman pribadi mereka sendiri.
Pada akhirnya, lagu ini berbicara tentang keberanian seseorang yang mungkin masih merasa takut dan gemetar, tetapi memilih untuk tetap berbicara. Bagi “Pertiwi”, kebenaran tidak selalu lahir dari suara yang paling lantang, tetapi juga bisa muncul dari ketakutan yang memutuskan untuk tidak mundur.
Visual “Pertiwi” Hadir Bersama Video Musik
Rasa yang dibangun melalui lagu kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk visual. Pada 2 September 2026, audio “Pertiwi” dijadwalkan rilis di berbagai platform streaming bersamaan dengan video musiknya.
Dalam proses visual tersebut, Yura Yunita berkolaborasi dengan Kathleen Malay sebagai sutradara dan Siko Setyanto sebagai koreografer. Kolaborasi ini menghadirkan karya visual yang berakar pada emosi pendengar dengan eksekusi yang matang.
Yura pun mengajak pendengar untuk tidak terlalu sibuk mencari pesan pasti dari “Pertiwi”. Ia justru meminta lagu tersebut didengarkan dalam suasana yang tenang, kemudian membiarkan pengalaman dan perasaan pribadi menemukan maknanya sendiri.




