Berita
Trending

Prambanan Jazz 2026 x Eko Nugroho: Merayakan Joy dalam Musik dan Seni

Ketika Musik Jazz, Seni Rupa, dan Alam Bertemu di Prambanan

Jakarta, 24 Desember 2025 – Prambanan Jazz selalu lebih dari sekadar festival musik. Setiap tahunnya, ia hadir sebagai ruang singgah—tempat orang datang membawa harapan, lalu pulang dengan cerita. Musik menjadi alasan awal pertemuan, namun yang tertinggal sering kali justru perasaan: kebersamaan, kegembiraan, dan ingatan yang tumbuh perlahan, lalu menetap.

Memasuki edisi ke-12 pada 2026, Prambanan Jazz Festival memilih untuk merayakan esensi itu secara lebih utuh. Mengusung tema “Celebrate The Joy”, festival ini tidak hanya menjadikan musik sebagai pusat perayaan, tetapi juga menghadirkan seni visual sebagai bahasa yang mampu membuat kegembiraan itu terlihat, dirasakan, dan dialami bersama.

Sebagai perwujudan tema tersebut, Prambanan Jazz 2026 menunjuk Eko Nugroho sebagai commissioned artist. Nama Eko Nugroho bukan sosok asing di dunia seni rupa kontemporer Indonesia maupun internasional. Lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini dikenal dengan bahasa visual khas yang memadukan estetika street art, komik, graffiti, serta idiom budaya populer. Karyanya kerap membaca kehidupan sehari-hari secara jujur—riang, kritis, dan apa adanya.

Perjalanan karya Eko bergerak dari ruang jalanan hingga percakapan global. Kolaborasinya dengan berbagai institusi seni dunia, termasuk rumah mode internasional seperti Louis Vuitton, menjadi bukti pengakuan lintas batas. Namun di tengah capaian global itu, karyanya tetap berakar kuat pada konteks lokal dan keberanian estetik yang personal.

Dalam visual Prambanan Jazz 2026, karya Eko Nugroho berpijak pada alam dan kehidupan di sekitarnya. Alam tidak sekadar menjadi latar, melainkan hadir sebagai subjek yang hidup—tumbuh, menghangatkan, dan memberi ruang bagi semua makhluk. Di titik inilah makna Celebrate The Joy menemukan kedalamannya: sebuah selebrasi kehidupan dan kebudayaan, di mana manusia dan lingkungan saling merayakan keberadaan satu sama lain.

See also  Konser Bryan Adams Jakarta Ledakan Rock di Awal 2026

Tahun ini, ruang pertunjukan Prambanan Jazz diperlakukan layaknya kanvas raksasa. Warna, garis, dan imaji karya Eko bergerak bersama musik, cahaya, serta kemegahan arsitektur Candi Prambanan. Visual tidak lagi berdiri di pinggir, melainkan ikut bernapas bersama bunyi dan ritme perayaan. Kebebasan improvisasi dalam musik jazz berpadu dengan visual yang ekspresif, menciptakan pengalaman artistik yang menyentuh rasa sekaligus kesadaran.

Dalam proses perwujudan tersebut, Eko Nugroho didampingi oleh Indieguerillas sebagai Art Director Prambanan Jazz 2026. Duo seniman ini merangkai cerita visual dengan kesabaran—menghubungkan karya dengan ruang, menjaga kesinambungan pengalaman, serta memastikan setiap sudut festival tetap memiliki suara dan makna. Bersama-sama, mereka merawat satu hal yang sederhana namun penting: agar Prambanan Jazz tetap bisa berbicara kepada setiap pengunjungnya.

Lebih dari sekadar festival musik, Prambanan Jazz 2026 menjadi medium untuk bertutur kisah baik—tentang perjumpaan, keberagaman, dan ingatan kolektif yang dirawat melalui seni dan musik. Sebuah perayaan yang membumi, menanamkan benih harapan, serta mendistribusikan kebahagiaan secara merata.

Pada 3–5 Juli 2026, di bawah langit yang sama dan di hadapan megahnya Candi Prambanan, Yogyakarta, Prambanan Jazz kembali mengajak dunia untuk singgah sejenak. Untuk merasakan, merayakan, dan pulang membawa cerita.

Sumber: Anas Alimi (@anas_alimi)
https://www.instagram.com/anas_alimi/

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button