
Bekasi, 15 Mei 2026 – Menjawab berbagai evaluasi serta kritik tajam netizen terkait penumpukan sampah pada penyelenggaraan tahun lalu, penyelenggara festival musik Specteve 2026 resmi mengumumkan langkah inovatif baru. Dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini, pihak Specteve menyatakan siap berkolaborasi dengan komunitas pengelolaan lingkungan Waste4Reuse (WFR) demi mewujudkan festival yang lebih bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.
Belajar dari Evaluasi Masa Lalu
Festival Direktur Specteve 2026, Kalvin, didampingi Marketing Director, Geva, mengakui bahwa membeludaknya penonton pada Specteve 2025 di Revo Mall sempat menimbulkan masalah pengelolaan sampah. Foto dan video kiriman penonton yang terpaksa membuang sampah di area kaki mereka karena padatnya area festival sempat viral di berbagai media sosial seperti X (Twitter), TikTok, dan Instagram.
“Apa yang sudah terjadi saat itu menjadi evaluasi besar bagi kami. Tahun ini kami mencoba semaksimal mungkin untuk lebih merespons masalah lingkungan. Kami tidak ingin sampah festival hanya berakhir begitu saja dibuang ke TPA, tetapi direspons dan ditanggulangi agar lebih bermanfaat,” ujar Geva.
Kolaborasi Strategis Bersama Waste4Reuse
Guna realisasikan komitmen tersebut, Specteve menggandeng Waste4Reuse, sebuah gerakan berbasis komunitas yang berpusat di kawasan TPST Bantargebang. Perwakilan Waste4Reuse, Anam Nonako, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Specteve 2026 tidak hanya untuk memilah sampah setelah acara selesai, melainkan melakukan edukasi dan menyediakan drop box daur ulang langsung di lokasi acara.
“Awalnya fokus kami memang pada pengolahan limbah tekstil karena di Bantargebang limbah ini tidak ada tengkulaknya. Namun, untuk Specteve 2026, kami juga melakukan R&D untuk mengolah limbah plastik menjadi produk kreatif seperti paving block hingga sisa makanan menjadi pupuk atau ekoenzim,” kata Anam.
Langkah ini juga mendapat respons positif dan apresiasi langsung dari perwakilan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Bekasi, Erawan, yang turut hadir. Pihak Dekranasda bahkan membuka peluang bagi produk-produk kreatif hasil daur ulang Waste4Reuse untuk dipamerkan di galeri resmi binaan UMKM Kota Bekasi.
Pindah Venue ke Summarecon Mall Bekasi Demi Kenyamanan Penonton
Selain fokus pada lingkungan, Specteve 2026 juga melakukan pembenahan besar dari sisi kapasitas. Guna menghindari penumpukan massa yang terlalu padat seperti tahun lalu, penyelenggara sepakat memindahkan lokasi acara ke area yang jauh lebih luas, yakni Summarecon Mall Bekasi.
“Kami melihat Summarecon sebagai titik sentral pertemuan masyarakat di Kota Bekasi. Selain itu ukurannya jauh lebih luas dibandingkan venue tahun lalu sehingga flow penonton di dalam akan jauh lebih nyaman dan tidak grasak-grusuk,” jelas Kalvin. Pihak panitia menargetkan jumlah pengunjung tahun ini berada di angka moderat sekitar 12.000 hingga 14.000 penonton demi menjaga kenyamanan ruang gerak.
Usung Tema ‘Infinite Euphoria’ dan Libatkan Musisi Lokal
Specteve 2026 kali ini mengusung tema “Infinite Euphoria” (Kebahagiaan yang Tak Terhingga). Melalui tema ini, pihak panitia berkomitmen menyuguhkan festival musik yang inklusif tanpa mengotak-kotakkan genre musik, agar seluruh lapisan pencinta musik di Bekasi bisa membaur bersama.

Salah satu penampil yang dipastikan akan kembali menghentak panggung adalah band rock kenamaan, Black Horses. Sang vokalis, Oskar, mengungkapkan kebanggaannya bisa kembali dipercaya tampil di hadapan publik Bekasi. Spesial untuk penampilan pada tanggal 30 Mei mendatang, Black Horses berjanji akan membawakan materi lagu dari album baru mereka yang baru saja dirilis.
“Kami selalu memberikan suguhan se-all out mungkin. Kebetulan kami baru saja merilis album baru hari ini, jadi sudah bisa dipastikan tanggal 30 Mei nanti kami akan membawakan lagu-lagu baru di panggung Specteve,” seru Oskar antusias.
Menjadi ‘Lebarannya’ Anak Bekasi

Sebagai festival yang diinisiasi oleh putra-putra daerah asli Bekasi (akamsi), Specteve memiliki visi besar untuk menjadikan kota ini sebagai pusat industri kreatif yang diperhitungkan, bersanding dengan Jakarta.
“Harapan kami, penonton yang tinggal di Bekasi tidak perlu jauh-jauh lagi mencari hiburan ke Jakarta. Kami ingin menyatukan sinergi agar Bekasi punya event festival musik yang besar. Bisa dibilang, kita ingin menjadikan Specteve ini sebagai ‘Lebarannya’ anak-anak Bekasi,” pungkas Geva menutup sesi konferensi pers.
Bagi para penonton yang ingin menampaikan kritik, saran, maupun masukan, pihak penyelenggara juga berjanji akan menyiapkan wadah khusus berupa laman digital resmi pasca-acara agar gelaran Specteve terus berkembang lebih baik di tahun-tahun mendatang.A



