Bandung, 29 Agustus 2026 – Tring! by Pegadaian Forestra 2026 sukses digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Orchid Forest Cikole, Lembang-Bandung. Pertunjukan musik orkestra hutan yang dipersembahkan oleh ABM ini kembali menghadirkan semangat “Alam, Musik, Manusia” di tengah kawasan hutan.
Kolaborasi Musisi di Tengah Hutan
Tring! by Pegadaian Forestra 2026 mempertemukan Erwin Gutawa Orchestra dengan sejumlah musisi Indonesia, di antaranya Mahalini, /rif, Iwa K, Naykilla, Hindia & .Feast, serta Senyawa. Penampilan pembuka turut diisi oleh Aldy Amis dan Sukses Lancar Rejeki.
Dengan melibatkan 50 pemain orkestra, deretan musisi lintas karakter, serta penikmat musik yang datang dari berbagai daerah bahkan negara, Forestra kembali menghadirkan pertunjukan yang memadukan musik dengan suasana alam.
Forestra Menuju Destinasi Pariwisata Tahunan
Sebagai penggagas Forestra, Barry Akbar selaku CEO ABM menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun kelima ini mencatat sejumlah pencapaian. Tiket disebut telah terjual habis sebelum acara berlangsung, sementara komposisi penonton juga berhasil menarik wisatawan mancanegara secara signifikan.
Menurut Barry, Forestra tidak lagi diarahkan hanya sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga sebagai destinasi pariwisata tahunan dengan alam dan manusia sebagai interaksi utama, serta panggung dan musik sebagai sajian penutup.
Mempertemukan Beragam Karakter Musik
Creative Director Tring! by Pegadaian Forestra 2026, Jay Subyakto, mengungkapkan kepuasannya terhadap pelaksanaan pertunjukan tahun ini. Forestra sejak awal ingin menunjukkan keberagaman Indonesia melalui musik, manusia, dan alam.
Konsep tersebut kembali diwujudkan dengan mempertemukan berbagai karakter dan latar belakang dalam satu pertunjukan. Pengalaman itu juga dirasakan oleh para penampil yang terlibat dalam Forestra tahun ini.
Salah satu penampil, Baskara Putra, turut membagikan pengalamannya. Ia menyebut Forestra memberikan pengalaman berbeda karena lagu-lagu yang biasa dibawakan hadir dalam konteks yang berbeda melalui kolaborasi bersama Erwin Gutawa Orchestra dan musisi lainnya.
Salah satu momen yang berkesan adalah ketika “Nina” dibawakan bersama Mahalini. Kolaborasi tersebut menghadirkan bentuk dan rasa berbeda dari lagu yang sebelumnya sudah sering dibawakan.
Gema Area Perluas Pengalaman Penonton
Selain pertunjukan utama, Tring! by Pegadaian Forestra 2026 menghadirkan Gema Area sebagai ruang yang memperluas pengalaman penonton. Area ini mengeksplorasi hubungan antara manusia, musik, budaya, dan alam melalui berbagai aktivitas.
Pengunjung dapat mengikuti Noken Workshop, pertunjukan musik, sesi memasak bersama Mama dari Knaisaimos, hingga diskusi mengenai musik dan kehidupan saat ini serta isu pariwisata, adat, dan keberlangsungan lingkungan.
Gema Area juga melibatkan Greenpeace Indonesia serta berbagai komunitas dan pelaku kreatif. Kehadirannya menjadi ruang bertukar pengetahuan dan pengalaman sekaligus mengajak pengunjung melihat lebih dekat keberagaman budaya dan kekayaan alam Indonesia.
Forestra Lanjutkan Perjalanan
Keberhasilan Tring! by Pegadaian Forestra 2026 tidak hanya terlihat dari tiket yang kembali terjual habis, tetapi juga dari terselenggaranya pertunjukan yang mempertemukan keberagaman musik dan alam dalam satu ruang.
Mulai dari panggung utama hingga Gema Area, setiap bagian menjadi pengalaman yang memperlihatkan bagaimana keberagaman dapat bertemu dan menciptakan pengalaman yang utuh di tengah alam.
Forestra sendiri memulai kiprahnya pada 2019 dengan konsep pertunjukan musik orkestra di tengah hutan pinus Orchid Forest Cikole, Lembang-Bandung. Sejak awal, Forestra dikembangkan melalui kolaborasi Jay Subyakto sebagai Creative Director dan Erwin Gutawa sebagai Music Director.
Perjalanan Forestra akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Informasi terbaru mengenai Forestra tersedia melalui situs resmi serta media sosial Instagram dan TikTok @forestra.id.





