BeritaFilm

The Bell, Panggilan untuk Mati Siap Hadirkan Ikon Horor Baru Penebok

Angkat Mitologi Belitung, Sinemata Buana Kreasindo Rilis Poster dan Trailer Resmi Film The Bell

Jakarta, 7 April 2026 – Industri perfilman horor Indonesia kembali memanas dengan diperkenalkannya proyek terbaru bertajuk The Bell: Panggilan untuk Mati. Hasil kolaborasi produksi Sinemata Buana Kreasindo ini secara resmi meluncurkan poster utama dan trailer perdana dalam acara konferensi pers yang digelar di Metropole XXI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 7 April 2026.

Film The Bell hadir dengan misi besar untuk memperkenalkan kekayaan mitologi lokal yang selama ini tersembunyi, yakni sosok Penebok. Berasal dari cerita rakyat masyarakat Belitung, Penebok digambarkan sebagai entitas hantu tanpa kepala bergaun merah yang berkaitan erat dengan sejarah kelam masa kolonial di wilayah pertambangan timah.

Visi Menciptakan Ikon Horor Nasional Baru

Produser eksekutif Budi Yulianto menjelaskan bahwa ide film The Bell lahir dari riset panjang terhadap potensi urban legend Pulau Belitung. Melalui film ini, tim produksi ingin memperluas khasanah horor nasional agar tidak hanya terpaku pada sosok arus utama seperti pocong atau kuntilanak.

Sutradara Jay Sukmo membawa pendekatan teknis yang segar dengan menggunakan tiga aspek rasio gambar yang berbeda untuk menggambarkan transisi periode waktu. Ia berkomitmen menyajikan teror yang elegan melalui pembangunan atmosfer dan situasi mencekam, bukan sekadar mengandalkan kejutan visual atau jumpscare semata.

Totalitas Pemeran dan Otentisitas Budaya

Film The Bell didukung oleh deretan aktor ternama seperti Ratu Sofya, Bisma Karisma, Givina, hingga aktor senior Mathias Muchus. Mathias Muchus sendiri memberikan apresiasi tinggi dengan menempatkan film ini di Grade A karena kualitas produksi dan filosofi teror yang mendalam.

Para pemain menunjukkan totalitas luar biasa, termasuk tantangan menguasai dialek Melayu Belitung demi menjaga otentisitas cerita. Givina yang memerankan karakter Saida, serta Bisma Karisma sebagai Danto, harus mendalami peran mereka selama 24 jam penuh agar bisa merepresentasikan ketangguhan penduduk asli Belitung dengan sempurna.

See also  Marcell Siahaan dan Rima Melati Rilis Mulanya Disini Esensi Cinta

Sinopsis film The Bell menceritakan tentang sekelompok YouTuber yang mencuri lonceng keramat demi konten, yang tanpa sengaja membebaskan Penebok—entitas yang telah terkurung selama ratusan tahun. Kini, setiap denting lonceng menjadi pertanda maut bagi siapa saja yang mendengarnya.

Kehadiran The Bell: Panggilan untuk Mati diharapkan menjadi gerbang bagi film-film lain untuk mengeksplorasi kekayaan mistis dari berbagai daerah di Indonesia. Film ini dijadwalkan akan segera meneror layar lebar di seluruh Indonesia pada tahun ini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button