“Love It or Hate It”, Pernyataan Sikap Holy City Rollers Menuju Album ‘Mystery Of Sound’
Setelah membuka perjalanan baru lewat “Where Have You Been” pada Oktober 2025, veteran indie rock Jakarta, Holy City Rollers, kembali mengudara. Mereka resmi merilis single terbaru bertajuk “Love It or Hate It”, sebuah karya yang menjadi penanda transisi musikalitas yang lebih berani dan matang.
Kedewasaan dalam Perbedaan Perspektif
Berbeda dengan rilisan sebelumnya yang cenderung reflektif, “Love It or Hate It” hadir dengan sikap yang lebih tegas. Lagu ini mengangkat tema yang sangat manusiawi: kekecewaan saat menyadari bahwa sosok yang dikagumi ternyata memiliki sudut pandang yang bertolak belakang.
“Lagu ini tentang melihat idola lo, tapi ternyata perspektifnya beda sama lo. Tapi nggak apa-apa. Love it or hate it,” ungkap Mesa Sinaga, vokalis sekaligus gitaris. Bagi Holy City Rollers, perbedaan bukanlah konflik, melainkan bagian dari proses pendewasaan diri untuk berhenti memaksakan keselarasan.
Kolaborasi Produksi dan Visual
Secara musikal, lagu berdurasi 3 menit 29 detik ini diproduseri langsung oleh Holy City Rollers bersama musisi senior Franki Indrasmoro (Pepeng). Sentuhan visualnya diperkuat oleh artwork garapan Angela Judiyanto, menciptakan kesatuan estetika yang mendukung narasi lagunya.
Menuju Album Kedua ‘Mystery Of Sound’
Dikenal sejak era side stream pertengahan 2000-an melalui album ikonik First Chapter of Allordia (2007), Holy City Rollers yang kini digawangi oleh Mesa Sinaga, Andrey Miko, Alfiando Krishna, dan Stevanus Shada terus membuktikan konsistensinya.
Single “Love It or Hate It” merupakan jembatan penting menuju album penuh kedua mereka, Mystery Of Sound, yang dijadwalkan rilis pada pertengahan 2026. Video musik untuk lagu ini juga dikabarkan akan segera tayang melalui kanal YouTube resmi mereka dalam waktu dekat.
Kini, “Love It or Hate It” sudah dapat dinikmati di seluruh digital streaming platforms (DSP) favorit Anda.



