Jakarta, 21 April 2026 – Apa jadinya jika dentum beat Hip-Hop 90-an, distorsi Rock modern, dan kemurnian vokal sang Diva bertemu dalam satu panggung orkestra? Jawabannya ada di Symphonesia Edisi ke-8: “Karya Emas: Musik 90 & Beyond”. Digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada Selasa (21/04/2026), konser besutan Erwin Gutawa Orchestra ini sukses menciptakan standar baru dalam pertunjukan musik kolaboratif di Indonesia.
Dibuka dengan overture megah dari 50 musisi orkestra, panggung malam itu tidak hanya sekadar konser, melainkan sebuah perayaan sejarah musik Indonesia yang menyatukan berbagai elemen lintas masa.
Reuni Virtual dengan Sang Legenda
Momen paling emosional terjadi saat sosok Chrisye “hadir” di tengah panggung. Melalui teknologi audio-visual yang canggih dan iringan orkestra live dari sang sahabat, Erwin Gutawa, suara khas Chrisye menggema membawakan lagu-lagu abadi. Kehadiran “virtual” ini menjadi pengingat betapa kuatnya warisan musik sang legenda bagi generasi saat ini.
Energi Tanpa Batas: Diva, Rapper, dan Lady Rocker
Kemeriahan berlanjut saat Kris Dayanti naik ke atas panggung. Sang Diva membuktikan kelasnya dengan vokal yang tetap menggelegar dalam balutan aransemen simfoni yang mewah. Suasana semakin memanas ketika pionir Hip-Hop Indonesia, Iwa K, menghentak panggung. Irama rap yang biasanya dibalut looping beat, malam itu terdengar jauh lebih bertenaga dengan dukungan brass section orkestra yang repetitif dan catchy.
Tak berhenti di situ, Tantri Kotak memberikan sentuhan “hitam” lewat vokal rock-nya yang powerful. Transformasi lagu rock menjadi megah tanpa kehilangan sisi rebel-nya menjadi salah satu highlight yang memicu sorak-sorai penonton di seluruh ruangan.
Napas Baru dari Talenta Muda
Symphonesia juga memberikan ruang bagi masa depan musik Indonesia. Rafi Sudirman tampil memukau dengan saksofon dan gaya soulful-nya, sementara Assia Keva menunjukkan mengapa ia disebut sebagai salah satu talenta R&B paling menjanjikan saat ini. Kehadiran mereka membuktikan bahwa musik simfoni milik Erwin Gutawa sangat inklusif bagi segala genre dan usia.
Kesuksesan kolaborasi skala besar ini tidak lepas dari tangan dingin Gita Gutawa sebagai Produser. Visi kreatifnya berhasil menyatukan karakter tiap artis yang berbeda ke dalam satu alur cerita yang kohesif dan menarik secara visual.





