Manifesto Konsistensi Dua Dekade di Skena Bawah Tanah
Unit Death Metal kawakan asal Kediri, Jawa Timur, Tenggorokan, resmi membuktikan taringnya yang tetap tajam dengan meluncurkan album penuh terbaru bertajuk Masticate to Eyes. Album ini resmi dirilis pada 8 Mei 2026 di bawah naungan label rekaman ekstrem terkemuka, BrutalMind Records, baik dalam format digital maupun rilisan fisik berupa CD.
Sejak berdiri pada tahun 2000 di bawah komando sang sosok sentral, Papi Yahnes, band ini terus konsisten menjaga kobaran api musik cadas tanah air. Kehadiran Masticate to Eyes menjadi pembuktian nyata atas hasrat berkarya mereka yang tak pernah padam di tengah sirkulasi skena bawah tanah yang terus berubah menjadi semakin ekstrem dan brutal.
Evolusi Formasi dan Peleburan Karakter Musik Buas
Simbolisme Transformasi “6-6-6”
Perjalanan pengerjaan materi album baru Tenggorokan ini sejatinya telah dirancang dan dicicil secara matang sejak tahun 2021 silam. Menariknya, dalam album ini Tenggorokan menunjukkan sebuah evolusi struktural di dalam tubuh internal mereka, yakni sebuah transformasi formasi dari pola “4-4-2” menjadi “6-6-6”.
Perubahan masif tersebut disimbolkan sebagai bentuk amukan yang jauh lebih liar, pekat, namun tetap matang dalam hal eksekusi musikal. Meski mengusung intensitas kehancuran dan kebrutalan di setiap lagunya, proses kreatif rekaman draf album ini justru diwarnai kebahagiaan dan tawa erat persahabatan antarpersonelnya.
Sesi Rekaman Agresif di Volcanic Studio
Untuk urusan dapur rekaman, pengerjaan track dilakukan di Volcanic Studio, Kediri, dengan pendekatan produksi audio yang dirancang jauh lebih padat, agresif, dan menghantam tanpa ampun. Karakter aransemen Masticate to Eyes sendiri banyak menyerap pengaruh dari barisan raksasa Deathmetal dunia seperti Cannibal Corpse, Suffocation, Gorgasm, Disavowed, Pyaemia, hingga Cryptopsy.
Semua referensi tersebut dilebur menjadi identitas musik Tenggorokan yang tanpa kompromi. Sisi visual sampul album yang mengerikan dikerjakan oleh seniman Jon Zig. Sementara itu, proses mixing dan mastering diserahkan kepada Ultra Organic untuk menghasilkan output suara masif yang siap mencabik adrenalin pendengar lewat trek andalan seperti “Axe to Eyes”.
Rencana Amunisi Tur dan Konsistensi Masa Depan
Sebagai gerbang pembuka, video klip single utama “Axe to Eyes” sebenarnya telah lebih dulu mengudara pada Februari 2026 melalui kanal YouTube resmi milik label. Pasca peluncuran penuh album berisi sembilan nomor bengis ini, Yahnes Kristanto (gitar/vokal), Doni Wicaksono Jati (bass/vokal), dan Harispa Anugra (drum) dilaporkan telah menyusun jadwal tur berkala sekaligus merancang materi baru untuk rilisan berikutnya.





