
Jakarta, 1 Februari 2026 – Grup band legendaris asal Surabaya, Padi Reborn, sukses memukau ribuan penggemarnya dalam konser bertajuk “Dua Delapan” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1). Konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan perayaan emosional atas eksistensi Fadly dkk selama 28 tahun di belantika musik Indonesia.
Salah satu daya tarik utama malam itu adalah penggunaan panggung 360 derajat atau experience stage. Didukung tata cahaya LED spektakuler dan sistem hidrolik visual, konsep ini memberikan pengalaman imersif yang memungkinkan Sobat Padi menyaksikan aksi panggung dari segala sisi tanpa sekat.
Kolaborasi Syahdu Bareng Fanny Soegi hingga Sal Priadi
Konser malam itu semakin berwarna dengan kehadiran musisi tamu lintas generasi. Fanny Soegi memberikan sentuhan syahdu saat membawakan “Langit Biru”, sementara Sal Priadi memberikan warna baru lewat performa emosional di lagu “Rapuh” dan “Gala Bunga Matahari”.
Album Kedelapan sebagai Simbol Reinvensi
Momentum ini juga dimanfaatkan Padi Reborn untuk memperkenalkan materi dari album studio kedelapan mereka yang bertajuk serupa, “Dua Delapan”. Lagu terbaru seperti “Ego” dan “Haru Biru” dibawakan secara perdana, menunjukkan bahwa musikalitas mereka tetap relevan dan terus berevolusi.
Fadly sempat menyapa penggemar setianya yang tidak hanya datang dari Indonesia, tetapi juga mancanegara seperti Malaysia, Singapura, hingga Australia. Dukungan tanpa henti dari Sobat Padi inilah yang menjadi bahan bakar utama band yang terbentuk sejak 1997 tersebut.
Nostalgia dan Klimaks yang Tak Terlupakan
Suasana nostalgia memuncak ketika lagu-lagu hits seperti “Menanti Sebuah Jawaban”, “Semua Tak Sama”, dan “Kasih Tak Sampai” berkumandang. Penonton dibawa dalam perjalanan waktu melalui harmoni gitar Piyu dan Ari yang khas, dentuman drum Yoyo, serta cabikan bass Rindra.
Pentas ditutup dengan sangat enerjik lewat lagu ikonik “Sobat”. Konser ini membuktikan bahwa angka 28 adalah simbol kekuatan, evolusi, dan dedikasi Padi Reborn dalam menjaga warisan musik mereka tetap hidup di tengah perubahan zaman.



