Festival Budaya & Kuliner Jejak Rasa resmi dibuka di Teater Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu, 20 Desember 2025. Mengusung konsep pasar malam yang hangat dan interaktif, festival ini menjadi ruang perayaan keberagaman kuliner Nusantara sekaligus medium untuk memperkenalkan cerita budaya di balik setiap hidangan tradisional Indonesia.
Pada hari pertama penyelenggaraan, area festival dipadati pengunjung yang antusias menjelajahi berbagai stan kuliner dari beragam daerah. Mulai dari makanan khas Jawa, Sumatra, Sulawesi, hingga Indonesia Timur, seluruh sajian dikurasi untuk menampilkan keunikan rasa dan filosofi yang melekat pada tradisi masyarakat setempat. Festival Jejak Rasa tidak hanya menonjolkan cita rasa, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif tentang sejarah dan nilai budaya kuliner Indonesia.
Salah satu sorotan utama di hari pembukaan adalah peluncuran trilogi buku kuliner bertema soto, sambal, dan nasi. Ketiga buku tersebut mengupas peran penting makanan dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Nusantara. Ditulis dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Jepang, buku ini diharapkan dapat menjangkau pembaca yang lebih luas sekaligus menjadi arsip budaya kuliner Indonesia di tingkat global.
Selain kuliner dan literasi, Festival Jejak Rasa juga menampilkan pemutaran film pendek berjudul Jejak Rasa Yogyakarta karya sutradara ternama Garin Nugroho. Film ini mengangkat kisah kuliner Yogyakarta sebagai bagian dari identitas budaya yang hidup dan terus diwariskan lintas generasi. Penayangan film tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan menambah dimensi seni dalam perayaan kuliner.
Penyelenggaraan festival ini turut melibatkan pelaku UMKM kuliner dan kreatif, sehingga menjadi wadah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya. Melalui pendekatan narasi dan pengalaman langsung, Festival Jejak Rasa berupaya menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap kuliner tradisional sebagai aset budaya bangsa.
Festival Budaya & Kuliner Jejak Rasa dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 20–21 Desember 2025, dan terbuka untuk umum. Dengan perpaduan antara rasa, cerita, dan ekspresi budaya, festival ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas kuliner Indonesia sekaligus menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal warisan rasa Nusantara.



