assette Tape kembali menarik perhatian dengan merilis single terbaru berjudul “Dear Diary”, rilisan terakhir sebelum album debut mereka “Records 2 Relate 2” meluncur pada akhir November 2025. Lagu ini menjadi potongan paling personal dari perjalanan musikal trio pop alternatif asal Jakarta tersebut, menghadirkan energi cinta muda yang polos, liar, dan penuh kegelisahan khas usia 22 tahun. Berbeda dari single sebelumnya “Newsflash” yang sarat beban emosional, “Dear Diary” justru menampilkan sisi cerah dari proses tumbuh dewasa: jenaka, bebas, dan tak terlalu memikirkan akhir cerita.
“Dear Diary” menangkap nuansa manis-getir jatuh cinta dalam bentuk paling jujur. Alih-alih larut dalam kepahitan hubungan yang tidak pasti, Cassette Tape memilih merayakan kebahagiaan kecil yang hadir di setiap momen. Vokalis Sarah Azka menjelaskan bahwa lagu ini dibungkus dengan aransemen upbeat dan lirik yang playful sebagai cara memandang cinta muda secara positif. Seperti buku harian yang ditulis untuk diri sendiri, lagu ini memuat pikiran spontan, polos, dan sedikit berantakan—namun tetap tulus dan apa adanya. Berawal dari draf kasar milik Azka, lagu ini berkembang menjadi karya penuh bersama Farrel Cahyono dan Joe Pramudio, yang kemudian merangkainya menjadi pengalaman audio yang segar dan dekat dengan keseharian pendengar.
Sebagai penutup menuju perilisan album debut “Records 2 Relate 2”, “Dear Diary” menjadi representasi fase transisi yang Cassette Tape jalani dalam beberapa tahun terakhir. Setelah masa hiatus dan perubahan formasi, mereka kembali dengan rangkaian single seperti “Counting Chances”, “Dream Girl”, “Text Me (When It’s Over)”, “Mr. Streetboy”, dan “Newsflash”. Kini “Dear Diary” menjadi pintu terakhir menuju era baru Cassette Tape yang lebih matang secara emosi namun tetap mempertahankan ciri khas mereka. Single ini dirilis bersamaan dengan video musik resmi pada 7 November 2025 pukul 00.00 WIB di seluruh platform digital.
Melalui “Dear Diary”, Cassette Tape mengajak pendengar kembali ke masa cinta muda yang spontan, membingungkan, namun menyenangkan—sebuah fase hidup yang tidak sempurna, tetapi selalu layak dikenang. Dengan warna musik pop alternatif yang semakin matang, trio ini memperkuat posisinya sebagai salah satu unit musik yang konsisten menyajikan karya relevan tentang kehidupan, cinta, dan proses pendewasaan.



