BeritaProfil Musisi / Band

Setelah Sekian Lama, Queen Lussy Renata Terbitkan Tulisan Yang Bikin Pembaca Terharu Banget

Ketika kutulis refleksi hati dan apresiasi diri dalam syair menyambut pagi, terbersit harapan tentang masa depan yang terus bergerak tak redup, tak suram. Begitu banyak kisah perjalanan yang penuh dinamika, namun ucapan syukur tak pernah putus, sebab dalam setiap syair selalu ada pengakuan bahwa Tuhan itu baik.

Ketika aku berpikir Tuhan telah membawaku sejauh ini, dan aku hanya tinggal menikmati sisa hidup yang diimpikan setiap insan, banyak orang berkata bahwa aku beruntung. Tuhan menyertaiku dengan berkat, kekuatan, dan senyum untuk melewati satu per satu kesulitan, luka, hingga harga diri yang pernah terluka. Dengan ringan aku berkata, “Aku berhasil, aku menang, karena aku memampukan diri.”

Namun seketika, keberuntungan yang dulu terucap dari orang-orang berubah menjadi tatapan kemalangan. Oh, apakah aku malang? Ketika dengan kesadaran penuh aku memahami bahwa apa yang terjadi adalah takdir setiap insan dilahirkan untuk hidup, lalu pada akhirnya mati. Ada satu hal yang sulit dipahami: ketika mengalami duka ini lebih dahulu dari yang lain, aku kehilangan daya, dan akhirnya harus menerima bahwa ini bukan mimpi.

Salah satu hartaku yang paling bernilai kini hilang, terpendam dalam tidurnya yang panjang. Dengan senyumnya yang manis dan lelapnya yang begitu tenang, sampai aku berpikir bahwa kematian hanyalah jalan menuju hidup baru yang lebih indah. Namun mengapa aku masih menangis? Karena aku rindu pada sebagian diriku yang ikut dibawa pergi olehnya.

Aku tersenyum, aku belajar tertawa, aku makan, aku berjalan—seolah ingin menikmati kembali rasa yang pernah utuh saat dia masih ada seperti sedia kala. Tetapi rasa itu berbeda sekarang. Mungkin inilah bagian hidup yang harus kunikmati: seluruh fenomena kehidupan yang Tuhan berikan dan rancangkan untukku sejak aku mulai ditenun dalam kandungan ibu.

See also  Lussy Renata Resmi Luncurkan “Pesan Terakhir”, Lagu Reflektif tentang Kehidupan, Perpisahan, dan Makna Kepergian

Oh Tuhan, inilah aku, dalam kelemahan dan pemberontakan sebagai makhluk-Mu yang nakal, keras, antik, aneh, dan terkadang baik. Sejujurnya aku berkata, “Apa pun yang terjadi, Engkau tetap Allah, Tuhan, dan Juruselamatku, yang berdaulat atas hidup dan keturunanku. Inilah aku, kasihi aku, jangan lepaskan aku. Semuanya milik-Mu.”

Izinkan aku murung sesukaku dan memikirkan apa yang telah Kauambil lebih cepat. Aku tahu dan tidak menyangkal bahwa semua yang Kaukehendaki adalah yang terbaik. Namun izinkan aku, perlahan, berdamai dengan kenyataan. 🙏

— Tulisan curahan hati Queen Lussy Renata

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button